Tidak Dianjurkan (Berbahaya)
ANALISIS
Pesan kesehatan cara penanganan pertama pada serangan jantung dengan batuk CPR banyak dibagikan di internet dan jejaring sosial, mengandalkan informasi dari pseudoscience (ilmu semu). Saran itu tidak direkomendasikan oleh otoritas medis manapun.
Faktanya, batuk pada saat terjadi serangan jantung bisa menjadi kontraproduktif dan bahkan bisa memperburuk kondisi penderitanya, itu artinya menyebarkan saran ini berpotensi berbahaya. Batuk dalam beberapa jenis aritmia jantung bisa bermanfaat, tapi ini hanya boleh dilakukan oleh profesional yang terlatih atau di bawah pengawasan medis yang tepat.
Pesan itu yang telah menyebar lebih dari satu dekade mengklaim mampu mengatasi serangan jantung untuk pertolongan pertama pada penderitanya dalam keadaan sendirian. Dalam pesan mengatakan bahwa dengan batuk berulang-ulang dapat membantu penderita serangan jantung memberi jalan oksigen mencapai paru-paru.dan mengembalikan detak jantung kembali normal.
Saran itu tidak ada dasar ilmiahnya. Bahkan tidak disarankan oleh institusi medis terpercaya. Sebagian besar ahli medis internasional menyatakan bahwa batuk CPR dapat membuat kondisi penderita menjadi lebih buruk, dan malah bisa berpotensi mengabaikan apa yang seharusnya dilakukan dengan segera mencari bantuan.
British Heart Foundation mengatakan: Tidak ada bukti medis untuk mendukung ‘batuk CPR’ saat mengalami serangan jantung ketika Anda sendirian. Mitos ‘batuk CPR’ telah beredar di internet sejak lama, terutama di situs media sosial seperti Facebook. Jika Anda menemukannya pesan itu, mohon jangan menyebarkannya dan beritahu bahwa saran itu tidak benar
Batuk Tidak Disarankan Saat Serangan Jantung
Sering kali pesan berantai mengenai kesehatan beredar di antara kita. Sayangnya, sebagian di antaranya benar namun banyak pula yang keliru. Pesan seperti ini tentu membingungkan masyarakat umum.
Salah satu hal keliru yang banyak tersebar adalah bagaimana batuk menjadi pertolongan pertama saat serangan jantung
.Pesan tersebut sebenarnya sudah lama beredar bahkan di luar negeri. Padahal, American Heart Association telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa batuk sebagai pertolongan pertama saat serangan jantung tidak dianjurkan. Cara ini bahkan tidak pernah diajarkan dalam pelatihan Basic Life Support.
Pada saat terjadi serangan jantung, aliran darah ke otot jantung mendadak berkurang secara signifikan. Hal tersebut mengakibatkan otot jantung mengalami kekurangan oksigen dan sel-selnya mengalami kerusakan. Kejadian ini kadangkala dapat mengakibatkan gangguan listrik jantung.
Batuk tidak ada pengaruhnya pada penyumbatan mendadak pembuluh darah koroner, yang merupakan mekanisme utama terjadinya serangan jantung. Batuk juga tidak mencegah kerusakan otot jantung yang terjadi, dan tidak ada efeknya pada nyeri dada saat serangan jantung. Bahkan, batuk tidak menghentikan gangguan irama jantung apabila hal itu terjadi.
Batuk bertujuan menjaga aliran darah ke otak saat detik-detik awal terjadi gangguan irama jantung, sehingga diharapkan “memberikan” waktu beberapa detik sampai gangguan irama jantung tersebut teratasi. Namun, hal tersebut sama sekali tidak berguna jika penderita berada di luar rumah sakit.
Karena itu, “ batuk” ini biasa diajarkan saat terjadi gangguan irama jantung di rumah sakit, ketika pasien dalam kondisi sadar dan termonitor ketat dengan alat rekam irama jantung—misalnya bila terjadi di ruang kateterisasi jantung. Batuk akan diajarkan oleh petugas kesehatan atau dokter yang berada dalam ruangan tersebut, apabila melalui monitor terdeteksi aritmia mendadak. Namun, batuk tidak efektif menolong pada semua orang.
Jadi, bila terjadi serangan jantung, segeralah ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat. Apabila Anda pernah berobat jantung dan diberikan bekal obat pengencer darah atau “obat di bawah lidah”, gunakan obat tersebut sementara menuju UGD.
Sumber : https://m.klikdokter.com/info-sehat/read/2697492/batuk-tidak-disarankan-saat-serangan-jantung
Tidak Dianjurkan (Berbahaya)
ANALISIS
Pesan kesehatan cara penanganan pertama pada serangan jantung dengan batuk CPR banyak dibagikan di internet dan jejaring sosial, mengandalkan informasi dari pseudoscience (ilmu semu). Saran itu tidak direkomendasikan oleh otoritas medis manapun.
Faktanya, batuk pada saat terjadi serangan jantung bisa menjadi kontraproduktif dan bahkan bisa memperburuk kondisi penderitanya, itu artinya menyebarkan saran ini berpotensi berbahaya. Batuk dalam beberapa jenis aritmia jantung bisa bermanfaat, tapi ini hanya boleh dilakukan oleh profesional yang terlatih atau di bawah pengawasan medis yang tepat.
Pesan itu yang telah menyebar lebih dari satu dekade mengklaim mampu mengatasi serangan jantung untuk pertolongan pertama pada penderitanya dalam keadaan sendirian. Dalam pesan mengatakan bahwa dengan batuk berulang-ulang dapat membantu penderita serangan jantung memberi jalan oksigen mencapai paru-paru.dan mengembalikan detak jantung kembali normal.
Saran itu tidak ada dasar ilmiahnya. Bahkan tidak disarankan oleh institusi medis terpercaya. Sebagian besar ahli medis internasional menyatakan bahwa batuk CPR dapat membuat kondisi penderita menjadi lebih buruk, dan malah bisa berpotensi mengabaikan apa yang seharusnya dilakukan dengan segera mencari bantuan.
British Heart Foundation mengatakan: Tidak ada bukti medis untuk mendukung ‘batuk CPR’ saat mengalami serangan jantung ketika Anda sendirian. Mitos ‘batuk CPR’ telah beredar di internet sejak lama, terutama di situs media sosial seperti Facebook. Jika Anda menemukannya pesan itu, mohon jangan menyebarkannya dan beritahu bahwa saran itu tidak benar
=================================